AD/ART

ANGGARAN DASAR

KELUARGA MAHASISWA JEPARA SEMARANG

Mukaddimah

Insyaf dan sadar bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan permusyawaratan/perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan idiologi negara dan falsafah bangsa Indonesia. Merupakan pengikat tali persaudaraan rakyat Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika.

Bahwa keutuhan komitmen persaudaraan dan keindonesiaan merupakan perwujudan kesadaran berbangsa bagi setiap rakyat Indonesia dan atas dasar itulah menjadi keharusan untuk mempertahankan bangsa dan negara dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara perseorang maupun bersama-sama.

Kelaurga Mahasiswa Jepara Semarang sebagai salah satu organisasi kedaerahan dan eksponen pembaharu bangsa serta pengemban misi intelektual berkewajiban dan bertangung jawab mengemban komitmen keindonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia dari segi apapun. Dan merupakan tekad kami adalah membentuk jiwa nasionalisme yang kokoh dengan balutan rasa kekeluargaan.

Maka atas berkat rahmat Allah SWT, dibentuklah Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai berikut :

BAB  I

NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

Pasal   1

  1. Organisasi ini bernama Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS).
  2. KMJS didirikan di Surabaya pada tanggal ……………………………….dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
  3. KMJS berpusat di Semarang

BAB   II

ASAS

Pasal  2

  1. KMJS Berasaskan Pancasila dan kekeluargaan

BAB  III

SIFAT

Pasal   3

  1. KMJS bersifat kemahasiswaan, kebangsaan, kemasyarakatan, independensi dan profesional.

BAB  IV

TUJUAN DAN USAHA

Pasal   4

Tujuan

  1. Terbentuknya pribadi yang berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Pasal  5

Usaha

  1. Menghimpun dan membina mahasiswa sesuai dengan sifat dan tujuan KMJS serta peraturan perundang-undangan dan paradigma KMJS yang berlaku.
  2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas dan tujuan KMJS.

BAB  V

ANGGOTA DAN KADER

Pasal  6

  1. Anggota KMJS
  2. ‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’

BAB   VI

STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 7

Struktur Organisasi KMJS terdiri dari  :

  1. Pengurus Pusat
  2. Pengurus Cabang

BAB   VII

PERMUSYAWARATAN

Pasal 8

Permusyawaratan dalam Organisasi terdiri dari :

1.     Kongres Pusat

2.     Konvercab

BAB IX

PERUBAHAN DAN PERALIHAN

Pasal   10

  1. Anggaran dasar ini dapat dirubah oleh Kongres dengan dukungan sekurang – kurangnya 2/3 suara yang hadir.

Pasal  11

  1. Apabila KMJS Pusat terpaksa harus dibubarkan dengan keputusan kongres atau referendum yang khususnya diadakan untuk itu, maka hak milik dan kekayaan organisasi diserahkan kepada masing-masing KMJS Pusat
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, serta peraturan-peraturan organisasi lainnya.

PENJELASAN ANGGARAN DASAR

UMUM

A.    Anggaran dasar dan anggaran Rumah Tangga sebagai hukum dasar organisasi

Anggaran dasar adalah hukum dasar yang tertulis, yaitu aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan organisasi.

B.    Pokok pikiran dalam pembukaan

Organisasi sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengakui adanya ideologi dan falsafah hidup bangsa yang terumuskan dalam Pancasila.

Bahwa rasa kekeluargaan dan nilai keindonesiaan merupakan panduan unsur yang tidak dapat dipisahkan, maka kewajiban bagi setiap orang adalah mempertahankannya dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara pribadi maupun bersama-sama, untuk keutuhan dan kemajuan Indonesia.

Sebagai organisasi yang mengemban misi perubahan dan intelektual, Mahasiswa wajib bertanggung jawab membebaskan bangsa Indonesia dari keterbelakangan dan keterpurukan kepada kemajuan, kemakmuran dan keadilan.

Kewajiban dan tanggungjawab keindonesiaan dan intelektual menginspirasikan terbentuknya Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang yang berasaskan kekeluargaan.

PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Cukup jelas

Pasal 2

Cukup jelas

  • Kemahasiswaan adalah sifat yang dimiliki mahasiswa, yaitu idealisme, perubahan, komitmen, kepedulian sosial dan kecintaan pada hal yang bersifat positif.
  • Kebangsaan adalah nilai-nilai yang bersumber dari kultur, filosofi, sosiologi dan yuridis bangsa Indonesia
  • Kemasyarakatan adalah bersifat include dan menyatu dengan masyarakat bergerak dari dan untuk masyarakat.
  • Independen adalah berdiri secara mandiri, tidak bergantung pada pihak lain, baik secara perorangan maupaun kelompok.
  • Profesional adalah distribusi tugas dan wewenang sesuai dengan bakat, minat kemampuan dan keilmuan masing-masing.

Pasal 4

Cukup jelas

Pasal 5

Cukup jelas

.

Pasal 6

Cukup jelas

Pasal 7

Cukup jelas

Pasal 8

Cukup jelas

Pasal 9

Cukup jelas

Pasal 10

Cukup jelas

Pasal 11

Cukup jelas

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KELUARGA MAHASISWA JEPARA SEMARANG

 

BAB   I

ATRIBUT

Pasal   1

  1. Lambang KMJS sebagaimana yang terdapat dalam Anggaran Rumah Tangga ini.
  2. Lambang seperti tersebut pada ayat (1) di atas dipergunakan pada bendera, badge, vandel, logo KMJS dan benda atau tempat-tempat dengan tujuan menunjukkan identitas KMJS.
  3. Bendera KMJS adalah seperti yang terdapat dalam Peraturan organisasi.
  4. Mars KMJS adalah seperti yang terdapat dalam lampiran Anggaran Rumah Tangga KMJS.

 

BAB   II

USAHA

Pasal   2

  1. Melakukan dan meningkatkan amar ma’ruf nahi munkar.
  2. Mempertinggi mutu ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Meningkatkan kuwalitas kehidupan umat manusia melalui kontekstualisasi pemikiran, pemahaman sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.
  4. Meningkatkan usaha-usaha dan kerjasama untuk kesejahteraan umatmanusia serta usaha sosial kemasyarakatan.
  5. Mempererat hubungan dengan ulama dan umara demi terciptanya hubungan kekeluargaan yang erat, sehingga muncullah jiwa-jiwa nasionalisme yang kuat pula.
  6. Memupuk dan meningkatkan semangat nasionalisme melalui upaya pemahaman, pengalaman  dan pengamalan Pancasila secara kreatif  dan bertanggung jawab.

BAB   III

KEANGGOTAAN

 

Bagian  I

Anggota

Pasal   3

1.  Anggota Biasa adalah  :

Mahasiswa asal Jepara yang tercatat sebagai mahasiswa pada suatu perguruan tinggi di Semarang dan masih aktif kuliah.

2. kader

Mahasiswa asal jepara yang melanjutkan studi perguruan tinggi di semarang dan telah mengikuti masa keakraban serta telah mengucapkan bai’at pada masa keakraban tersebut.

Bagian   II

Penerimaan Anggota dan Kader

Pasal   4

Penerimaan anggota dilakukan dengan cara :

  1. Seluruh mahasiswa asal Jepara yang melanjutkan studi perguruan tinggi di Semarang secara otomatis masuk dalam keangotaan KMJS, selanjutnya dilakukan masa keakraban.
  2. Seseorang disebut kader KMJS setelah mengikuti Masa keakraban dan mengucapkan Bai’at pada acara masa keakraban tersebut.
  3. Dalam hal-hal yang sangat diperlukan, Pengurus KMJS Pusat dapat mengambil kebijaksanaan lain yang jiwanya tidak menyimpang dari ayat (1) dan ayat (2) tersebut di atas.
  4. Apabila syarat-syarat yang tersebut dalam ayat (1) dan (2) di atas dipenuhi, kepada anggota tersebut berhak diberikan tanda anggota oleh Pengurus Pusat.

Pasal  5

Jenjang pengkaderan dilakukan dengan cara:

  1. Calon kader mengajukan permintaan tertulis atau mengisi formulir masa keakraban
  2. Seseorang telah syah menjadi kader apabila telah mengikuti acara masa keakraban dan diikuti pernyataan bai’at persetujuan secara lisan dalam suatu upacara pelantikan kader yang dilakukan oleh Pengurus Pusat.

Bagian III

Masa Keanggotaan

Pasal 6

1.  Anggota berakhir masa keanggotaan  :

  1. Meninggal dunia
  2. Atas permintaan sendiri secara tertulis yang disampaikan kepada Pengurus Pusat
  3. Telah habis masa keanggotaannya sebagai anggota sebagaimana diatur dalam pasal 3 ART ini.

3.  Anggota yang telah habis masa keanggotaannya pada saat masih menjabat sebagai pengurus dapat diperpanjang masa keanggotaannya hingga berakhirnya masa kepengurusan.

4.  Anggota  yang telah habis masa keanggotaannya disebut alumni KMJS

5.  Hubungan KMJS dan alumni KMJS adalah hubungan historis, kekeluargaan, kesetaraan dan kwalitatif.

Bagian   IV

Hak dan Kewajiban Anggota

Pasal  7

Hak Anggota :

Anggota berhak atas pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi).

Kewajiban anggota :

  1. Mematuhi AD/ART, NDP, serta produk hukum organisasi lainnya.
  2. Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik Jepara, negara dan organisasi.

Pasal 8

Hak kader :

  1. Berhak memilih dan dipilih
  2. Berhak mendapat pendidikan dan kebebasan berpendapat, perlindungan dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi)
  3. Berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usulan dan pertanyaan-pertanyaan secara lisan maupun tulisan.

Kewajiban kader :

  1. Melakukan dinamisasi organisasi dan masyarakat melalui gerakan pemikiran dan rekaysa sosial secara sehat mulia.
  2. Mematuhi dan menjalankan AD/ART, NDP, dan produk hukum organisasi lainnya.
  3. Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik Jepara, negara dan organisasi.

Bagian  V

Perangkapan Keanggotaan dan Jabatan

Pasal  9

  1. Anggota dan kader tidak dapat merangkap dengan keanggotaan organisasi mahasiswa lain yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan KMJS.
  2. Pengurus KMJS tidak dapat merangkap sebagai pengurus partai politik dan atau calon legislatif, calon presiden, calon gubernur dan atau calon Bupati/wali kota.

Bagian  VI

Penghargaan dan Sanksi Organisasi

Pasal   10

Penghargaan

  1. Pengahargaan organisasi dapat diberikan kepada anggota yang berprestasi dan atau mengangkat citra dan mengharumkan nama organisasi.
  2. Bentuk dan tata cara penganugrahan dan penghargaan diatur dalam ketentuan sendiri.

Pasal   11

Sanksi Organisasi

  1. Sanksi organisasi dapat diberikan kepada anggota karena : Melanggar ketentuan AD/ART serta peraturan-peraturan KMJS, mencemarkan nama baik organisasi.
  2. Sanksi yang diberikan pada anggota ditentukan menurut kesepakatan dalam musyawarah pengurus KMJS pusat.
  3. Anggota yang diberi sanksi organisasi dapat mengajukan banding atau pembelaan dalam suatu mekanisme organisasi yang ditentukan.
  4. Tata cara dan mekanisme banding diatur dalam PO.

BAB  IV

STRUKTUR ORGANISASI

SUSUNAN PENGURUS, TUGAS DAN WEWENANG

Bagian  I

Struktur Organisasi

Pasal   12

Struktur Organisasi KMJS adalah  :

Struktur Organisasi KMJS terdiri dari  :

1.     Pengurus Pusat

2.     Pengurus Cabang

Bagian   II

Susunan, Tugas, Wewenang dan Persyaratan Pengurus

Pasal   13

Pengurus Pusat :

1.  Pengurus Pusat adalah pimpinan tertinggi KMJS pengemban amanat kongres dan badan eksekutif.

2.  Masa Jabatan Pengurus Pusat adalah  2  (dua) tahun.

3.  Pengurus Besar teridiri dari  :

  1. Ketua Umum
  2. wakil ketua
  3. Sekretaris
  4. wakil sekretaris
  5. Bendahara
  6. Wakil Bendahara
  7. Pengurus departemen

4.  Wakil Ketua seperti yang dimaksudkan ayat 3 (tiga) point b membidangi

  1. Pengkaderan dan pengembangan sumberdaya anggota.
  2. Penataan aparatur organisasi
  3. Pengembangan pemikiran dan IPTEK
  4. Komunikasi dan pengembangan pesantren
  5. Hubungan luar negeri dan kerjasama internasional
  6. Pemberdayaan ekonomi dan kelompok profesional
  7. Komunikasi organ gerakan, kepemudaan dan perguruan tinggi
  8. Advokasi kebijakan publik

5.  Ketua Umum KMJS Pusat dipilih oleh Kongres.

6.  Ketua Umum KMJS Pusat tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode.

7.  Pengurus KMJS Pusat memiliki tugas dan wewenang :

  1. Ketua Umum memilih Sekretaris dan menyusun perangkat kepangurusan secara lengkap dibantu 6 orang formatur yang dipilih Kongres selambat-lambatnya 7 x 24 jam.
  2. Pengurus KMJS Pusat berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan Kongres, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan–peraturan organisasi lainnya, serta memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran Majelis Pembina Nasional (Mabinas).
  3. Pengurus KMJS Pusat berkewajiban mengesahkan susunan Pengurus Cabang.

8.  Persyaratan Pengurus KMJS Pusat adalah  :

  1. Pendidikan formal kaderisasi.
  2. Pernah aktif dikepengurusan abang minimal satu periode.
  3. Mendapat rekomendasi dari cabang bersangkutan.
  4. Membuat pernyataan bersedia aktif di KMJS Pusat secara tertulis.

Pasal 15

Pengurus Cabang

  1. Pengurus Cabang dapat dibentuk di masing-masing perguruan tinggi yang ada di Semarang dengan persetujuan KMJS Pusat.
  2. Cabang dapat dibentuk apabila telah mencukupi kuota minimal kepengurusan.
  3. Dalam keadaan dimana ayat (2) di atas tidak dapat dilaksanakan, maka diharapkan untuk ikut bergabung dalam Cabang-cabang terdekat.
  4. Masa jabatan PC adalah setahun.
  5. Pengurus Cabang dapat digugurkan statusnya apabila tidak dapat memenuhi klasifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh {engurus Pusat yang menyangkut standar program minimum.
  6. Sekurang-kurangnya dalam jangka waktu setahun menyelenggarakan Masa Keakraban.
  7. Sekurang-kurangnya dalam jangka waktu satu setengah tahun menyelenggrakan KONVERCAB.
  8. Cabang dan Pengurus Cabang dapat dianggap Sah apabila telah mendapat pengesahaan Pengurus Pusat.
  9. PC terdiri dari: Ketua, sekretaris, bendahara, dan departemen-departemen.
  10. Bila dipandang perlu, PC dapat membentuk kelompok minat profesi, hobi dan lain sebagainya.
  11. Ketua menyusun PC selengkap-lengkapnya dibantu 6 (enam) orang formatur yang dipilih konfercab dalam waktu selambat-lambatnya 7 x 24 jam.
  12. Ketua Umum PC tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu ) periode.
  13. Pengurus Cabang memiliki tugas dan wewenang :
    1. Menjalankan keputusan AD/ART Kongres, keputusan Konfercab, dan memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran Majelis Pembina.
    2. Menyampaikan pemberitahuan kepengurusan kepada Pengurus Pusat sekurang-kurangnya satu tahun sekali.
    3. Pemberitahuan yang disampaikan kepada Pengurus Pusat meliputi, perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan eksternal.
    4. Mekanisme pemberitahuan lebih lanjut akan ditentukan dalam peraturan organisasi.
    5. Persyaratan Pengurus Cabang :
      1. Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti masa keakraban
      2. Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus cabang secara tertulis.

BAB V

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

Pasal 18

  1. Departemen adalah badan yang dibentuk dan hanya berada di tingkat PB berfungsi sebagai laboratorium dan pengembangan sesuai dengan bidangnya.
  2. Departemen-departemen yang tersebut terdiri dari:
  3. ………………………………………
  4. Lembaga berstatus semi otonom di bawah koordinasi dan bertanggungjawab kepada Pengurus Pusat
  5. Lembaga tidak  punya struktur hierarkhi ke bawah.
  6. Pedoman dan tata kerja lembaga disusun oleh lembaga masing-masing dengan mengacu pada ketentuan atau kebijaksanaan yang ditetapkan Pengurus Pusat
  7. Kebijaksanaan tentang tata kerja, pola koordinasi dan mekanisme organisasi lembaga-lembaga akan diatur kemudian dalam ketentuan tersendiri.

BAB VII

KUOTA KEPENGURUSAN

Pasal 20

1.     Kepengurusan di setiap tingkat harus menempatkan anggota perempuan dari 1/3 keseluruhan anggota pengurus.

2.     Setiap kegiatan KMJS harus menempatkan anggota perempuan 1/3 dari keseluruhan anggota.

BAB X

MAJELIS PEMBINA

Pasal 23

1.     Majelis pembina adalah badan yang berisikan Pembina-pembina baik dari pusat maupun cabang.

Pasal 24

1.     Tugas dan fungsi Majelis Pembina:

  1. Memberikan nasehat, gagasan pengembangan dan saran kepada pengurus KMJS baik diminta maupun tidak.
  2. Membina dan mengembangkan secara informal kader KMJS dibidang Intelektual dan profesi.

3.     Keanggotaan Majelis Pembina dipilih dan ditetapkan pengurus ditingkat masing-masing.

BAB XI

PERMUSYAWARATAN

Pasal 25

Musyawarah dalam organisasi KMJS terdiri dari :

1.     Kongres Pusat

2.     Konvercab

Kongres Luar Biasa (KLB)

Pasal 26

Kongres

1.     Kongres merupakan forum musyawarah tertinggi  dalam KMJS Pusat

2.     Kongres dihadiri oleh utusan PC dan peninjau.

3.     Kongres diadakan tiap dua tahun sekali.

4.     Kongres syah apabila dihadiri oleh sekurang kurangnya 2/3 dari peserta kongres

5.     Kongres memiliki kewenangan:

  1. Menetapkan/merubah AD/ART KMJS.
  2. Menetapkan/merubah NDP KMJS.
  3. Menetapkan paradigma pergerakan KMJS.
  4. Menetapkan strategi pengembangan KMJS.
  5. Menetapkan kebijakan umum dan GBHO
  6. Menetapkan sistem pengkaderan KMJS
  7. Menetapkan ketua umum dan tim formatur.
  8. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi.

Pasal 32

Konferensi cabang (Konfercab)

1.     Konfercab adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat PC.

2.     Konfercab dihadiri oleh utusan pusat.

3.     Apabila PC dibentuk berdasarkan ART pasal 15 ayat 3 maka Konfercab dihadiri oleh setengah anggota yang ada ditambah satu.

4.     Konfercab dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 peserta atau suara yang syah.

5.     Konfercab diadakan satu tahun sekali.

6.     Konfercab  memiliki wewenang :

  1. Menyusun program kerja cabang dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan KMJS.
  2. Menilai laporan pertanggungjawaban kepengurusan PC.
  3. Memilih ketua umum dan formatur.

Pasal 37

Kongres Luar Biasa (KLB)

1.     KLB merupakan forum yang setingkat dengan kongres.

2.     KLB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap konstitusi (AD/ART dan/atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Pusat

3.     Ketentuan pelanggaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah tingkat tinggi KMJS, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.

4.     KLB diadakan atas usulan 1/2+1 dari jumlah cabang yang syah.

5.     Sebelum diadakan KLB, setelah syarat-syarat sebagaimana disebut dalam point 2 dan 3 terpenuhi,  maka memohon ijin pada majelis Pembina.

Pasal 39

Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercab-LB)

1.     Konpercab-LB merupakan forum yang setingkat  dengan Konvercab.

2.     Konpercab-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh pengurus Pusat

3.     Ketentuan pelanggaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah tingkat tinggi KMJS, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.

4.     Konpercab-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah komisariat yang sah.

5.     Sebelum diadakan Konpercab-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Cabang didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Besar, yang kemudian membentuk panitia Konpercab-LB.

Pasal 43

Quorum dan pengambilan keputusan

1.     Musyawarah, konperensi dan rapat rapat seperti tersebut dalam pasal 22 ART ini adalah sah apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah peserta.

2.     Pengambilan keputusan pada dasarnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal ini tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

3.     Keputusan mengenai pemilihan seseorang dilaksanakan secara bebas dan rahasia.

4.     Dalam hal pemilihan terdapat suara yang seimbang, maka pemilihan diulang kembali.

5.     Manakala dalam pemilihan kedua masih terdapat suara yang sama, maka akan ditentukan dengan mekanisme undi (qur’ah) yang dipimpin  pimpinan sidang dengan  asas musyawarah dan kekeluargaan.

BAB XII

PERUBAHAN DAN PERALIHAN

Pasal 44

Perubahan

1.     Perubahan ART ini hanya dapat dilakukan oleh Kongres dan referendum yang khusus diadakan untuk itu.

2.     Keputusan ART baru syah apabila disetujui oleh 2/3 jumlah cabang yang syah.

Pasal 45

Peralihan

1.     Apabila segala badan-badan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh ART ini belum terbentuk, maka ketentuan lama akan tetap berlaku sejauh tidak bertentangan dengan ART ini.

2.     Untuk melaksanakan perubahan organisasi harus dibentuk panitia pembubaran, guna menyelesaikan segala sesuatu di seluruh jajaran organisasi.

3.     Kekayaan KMJS setelah pembubaran diserahkan kepada masing-masing Cabang..

BAB XIII

PENUTUP

Pasal 46

1.     Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini akan ditetapkan oleh pengurus pusatdalam Peraturan Organisasi.

2.    ART ini ditetapkan oleh Kongres sejak tanggal ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s